• Kam. Jan 15th, 2026

Ratusan Siswa KJP Sukses Tembus Industri Jepang 

Pangandaran, infopangandaran.id– LPK Kelas Jepang Pangandaran (KJP) terus membuka peluang bagi putra-putri Kabupaten Pangandaran yang ingin berkarier di Jepang. Lembaga ini menawarkan pelatihan bahasa dan pendampingan kerja agar siswa siap bersaing di industri Jepang.

Sejak berdiri pada 2022, KJP konsisten membimbing siswa melalui tahapan pelatihan bahasa, pengenalan budaya kerja, hingga proses penempatan kerja di berbagai wilayah Jepang.

Pimpinan LPK KJP, Finsa M. Pratama, menyampaikan bahwa hingga kini sebanyak 172 siswa telah diberangkatkan dan bekerja di berbagai sektor.

“Kami sudah memfasilitasi 172 anak yang kini bekerja di sejumlah kota di Jepang dengan beragam bidang kerja,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Masyarakat Pangandaran maupun luar daerah yang berminat berkarier di Jepang dapat langsung mendatangi kantor KJP di Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baca Juga: Warga Desa Banjarharja Terlantar Ditemukan Lemas 

Finsa menambahkan bahwa KJP juga menyediakan fasilitas Dana Talang untuk mendukung siswa.

“Program Dana Talang tersedia dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Salah satu siswa KJP, Amelia asal Kecamatan Mangunjaya, mengatakan bahwa dirinya telah mengikuti pembelajaran selama lima bulan.

“Alhamdulillah saya mendapat job di bidang pengelolaan makanan di Osaka. Selain bahasa, saya belajar disiplin dan etika kerja Jepang yang sangat membantu,” tuturnya.

Amelia dijadwalkan berangkat pada Mei 2026 dan mulai bekerja pada Juni 2026.

“Saya berharap bisa membanggakan orang tua dan membawa pengalaman berharga sepulang dari Jepang,” tambahnya.

Sementara itu, Rafli asal Cijulang menuturkan bahwa dirinya juga telah belajar selama lima bulan dan mendapatkan pekerjaan di bidang manufaktur besi di Hokkaido.

“Pelatihannya cukup ketat, tetapi sangat berguna untuk persiapan kerja,” ujarnya.

Rafli dijadwalkan berangkat pada Maret 2026 dan mulai bekerja pada April 2026.

“Target saya bisa berkembang di bidang teknik dan membuka peluang baru setelah kembali ke Indonesia,” katanya. (Dru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *