Pangandaran, infopangandaran.id– Sebanyak 31 peserta asal Kabupaten Pangandaran mengikuti Seleksi PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter Tahap I Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 1447 H/2026 M, Kamis (4/11/2025).
Peserta tersebut merupakan pendaftar yang lolos seleksi administrasi dari total 37 orang. Enam pendaftar dinyatakan tidak lolos verifikasi dokumen karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.
Proses seleksi tahap pertama ini berlangsung di Aula PLHUT dengan pengawasan langsung dari jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangandaran.
Pada tahun ini, peserta melamar beberapa formasi petugas haji. Untuk PPIH Kloter, terdapat formasi Ketua Kloter sebanyak 2 orang dan Pembimbing Ibadah Haji Kloter sebanyak 2 orang. Formasi ini menjadi posisi strategis yang menentukan kelancaran layanan kepada jamaah.
Sementara itu, formasi PPIH Arab Saudi mencakup lima layanan. Layanan akomodasi diikuti 10 peserta, layanan katering 13 peserta, layanan transportasi 3 peserta, pembimbing ibadah 1 peserta, dan tidak ada pendaftar pada layanan Siskohat tahun ini.
Baca Juga: Ratusan Siswa KJP Sukses Tembus Industri Jepang
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangandaran, Hilman Saepullah, menjelaskan bahwa sistem seleksi tahun ini menggunakan kuota provinsi.
“Dengan mekanisme ini, kelulusan peserta tidak lagi ditentukan oleh jumlah jamaah haji yang berangkat dari Kabupaten Pangandaran,” ujarnya
Dalam kesempatan itu, Hilman juga menyampaikan sambutan Menteri Haji dan Umrah. Ia menegaskan bahwa petugas haji bukan sekadar pendamping jamaah, tetapi representasi negara dan ujung tombak pelayanan. Petugas dituntut memiliki kompetensi, ketangguhan, integritas, serta kemampuan komunikasi lintas budaya.
Ia menambahkan bahwa peserta harus memahami tanggung jawab besar saat bertugas di Tanah Suci.
“Mereka harus siap memberikan layanan terbaik dan menjaga nama baik Indonesia melalui kerja profesional dan sikap yang santun,” jelasnya.
Hilman berpesan agar seluruh peserta menjadikan proses seleksi sebagai bentuk ikhtiar, bukan hanya kompetisi.
Ia mengingatkan bahwa tugas petugas haji memerlukan kesiapan teknis, mental, kesabaran, kepekaan, dan empati tinggi.
“Bangun niat yang tulus, karena tugas ini adalah bentuk khidmah yang mulia,” pungkasnya. (Dru)
